sepiku bersama maam

Bayang rembulan menepi dihatiku ketika rona jingga tinggalkan jejakmu....
Seindah sinarnya dilangit membiru bergurat sejuta senyum ceriamu...
Sejuk tenang tanpa dusta, damai damai malam sunyi kala memandangmu...
Merentang ditiang hati dan ditiang asa, walau sesekali disinggahi gelisah yang berkabut ketika malam kelam mengaburkan rembulan....
Dawai Rindu.....
Adalah hembusan angin yang tak pernah berhenti menembus hingga ke rongga _ ronga raga kehidupan....
Disepanjang jalan kehidupanku... masih berkawan, sejuta bayang wajahmu diterangi pijar pijar kenangan pengharapan yang mendekam dalam ingatan....
Dawai Rinduku....
Bagai waktu dan semilir angin yang berjalan beriringan
, beserta bayanganmu, dari musim ke musim ia menjadi laluan....
Walaupun resah gelisah berulang mengusik dinding kalbu....
Kan ku biarkan hari semakin malam dan kelam berkawan sejuta bayangmu....

Dawai rindu....
Kian menggebu dalam batin jiwaku, dan hanya bayangmu yang menjadi penawar pedih dan nestapa, walau sesekali hanya menjadi syair tanpa nada,
Dalam senyap kristal bening yang mengambang....